Home » Panduan Wisata Dieng

Panduan Wisata Dieng

Selamat datang di portal Dieng Plateau, sebuah travel site mengulas tentang semua informasi Wisata Dieng dan panduan wisata Dieng. Dapatkan informasi semua panduan wisata Dieng terkini tentang objek wisata Dieng meliputi wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya serta wisata kuliner, bagaimana cara menuju Dieng, akses, iklim dan cuaca di Dieng Plateau sehingga akan membantu merencanakan perjalanan Anda liburan ke Dieng.

Review wisata Dieng akan terperinci secara detail meliputi telaga-telaga Dieng, kawah-kawah Dieng, candi-candi Dieng, gunung-gunung Dieng, sunrise Dieng, air terjun Dieng, kuliner dan tanaman khas Dieng, seni budaya Dieng, fenomena unik yang terjadi di Dieng serta informasi penting tentang Dieng lainnya. Selain informasi Dieng terupdate, kami akan memberikan berbagai alternatif pilihan paket wisata Dieng serta rekomendasi akomodasi saat melakukan travelling tour ke Dieng seperti transportasi, homestay atau hotel.

Berikut adalah beberapa panduan wisata ke Dieng yang akan menjadi bekal ketika hendak melakukan perjalanan wisata menuju Dieng Plateau. Adapun hal-hal yang perlu diketahui ketika hendak melakukan perjalanan rekreasi diantaranya adalah bagaimana cara menuju Dieng meliputi akses jalur mana yang akan ditempuh, info transportasi, apa yang dapat dilakukan di Dieng serta bagaimana keadaan cuaca dan suhu di Dieng sehingga dapat mempersiapkan segalanya ketika packing di mulai.

Panduan wisata Dieng

1. Bagaimana cara menuju Dieng

panduan wisata dieng
Panduan Wisata ke Dataran Tinggi Dieng

Yang perlu dipelajari sebelum ke Dieng ialah panduan wisata Dieng menyangkut bagaimana cara menuju Dieng yaitu meliputi beberapa aspek penting diantaranya akses yang dapat di tempuh berupa akses darat ataupun udara dan alat transportasi menuju Dieng yang dapat digunakan sesuai budget serta keinginan dan yang terpenting ialah aspek kenyamanan agar perjalanan trip ke Dieng semakin enjoy. Bagaimana menuju Dieng yang harus diperhatikan terlebih dahulu ialah akses dan jalur. Ada beberapa jalur atau akses yang biasanya dilewati oleh para traveler yang ingin trip menuju Dieng diantaranya bisa diambil dari jalur teramai yaitu dari Yogyakarta-Dieng, Semarang-Dieng, Surakarta-Dieng, Purwokerto-Dieng dan Wonosobo-Dieng.

Cara Menuju Dieng

a. Yogyakarta-Dieng

Bagi calon wisatawan yang berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lainnya bisa memilih salah satu akses terdekat dan termudah. Akses yang paling ramai dilalui para wisatawan yang ingin berwisata ke Dieng ialah jalur akses yang diambil dari Yogyakarta. Ada beberapa kemudahan jika menggunakan akses Yogyakarta. Selayaknya ibu kota Yogyakarta memiliki Bandara, Stasiun atau terminal bus jadi akan memberikan kemudahan bagi setiap wisatawan yang ingin ke Dieng jika mereka dari luar kota.

Setibaya di Yogyakarta Anda harus melanjutkan perjalanan darat dengan menggunakan transportasi umum atau sewa kendaraan bahkan bisa langsung menggunakan layanan paket wisata Yogyakarta-Dieng. Jika menggunakan alat transportasi umum seperti bus umum jalur akses yang dilalui ialah Yogyakarta-Magelang-Secang-Temanggung-Parakan-Wonosobo. Carilah bus jurusan Yogyakarta-Semarang, dan berhentilah di terminal bus Magelang, waktu yang dibutuhkan sekitar 1,5 jam perjalanan. Kemudian transfer kendaraan berupa bus umum seat 25 jurusan Magelang-Wonosobo. Anda akan diberhentikan di terminal Wonosobo yang memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan.

Ketika sampai terminal Wonosobo carilah angkutan umum berupa mikro bus atau angkutan mini berwarna kuning yang menuju kota Wonosobo yakni di terminal bus Dieng-Batur. Nah disitulah Anda akan menemukan transportasi berupa mikro bus seat 17 jurusan Dieng-Batur yang akan mengantar Anda menuju Dataran Tinggi Dieng. Bagi yang telah sewa mobil atau rent car dan bahkan mengikuti paket wisata pastinya akan langsung diantarkan menuju Dieng baik melewati jalur yang sama yakni Yogyakarta-Magelang-Secang-Temanggung-Parakan-Wonosobo-Dieng atau bisa juga melewati jalur alternative yaitu jalur silento yang hanya bisa dilalui kendaraan pribadi untuk angkutan/bus umum tidak melewati jalur ini. Jarak yang ditempuh dari Yogyakarta bisa mencapai 107 km.

b. Semarang-Dieng

Jalur yang biasanya dilalui ialah dari Kota Semarang. Perlu kita ketahui Semarang merupakan Ibu Kota Jawa Tengah dan pastinya ada beberapa kemudahan dibidang sarana transportasi yang akan memudahkan wisatawan dari luar daerah seperti halnya dari Yogyakarta yaitu ada layanan Bandara, Stasiun atau terminal bus.

Jika starting point dari Semarang dan ingin menggunakan transportasi umum akses yang akan dilalui diantaranya Semarang-Ungaran-Ambarawa-Secang-Temanggung-Parakan-Wonosobo-Dieng. Lama perjalanan kurang lebih 4,5 jam perjalanan dengan catatan saat diperjalanan lancar karena untuk jalur Semarang-Dieng biasanya sangat padat. Transportasi umum yang dapat digunakan yakni bus besar jurusan Semarang-Wonosobo-Purwokerto. Ketika sampai terminal Wonosobo barulah mencari angkutan dalam kota menuju terminal bus Dieng-Batur.

c. Surakarta-Dieng

Untuk jalur dari Surakarta, jika menggunakan transportasi umum seperti bus umum memang agak kesulitan. Ada alternative lain yakni bisa menggunakan travel khusus Solo-Wonosobo akan tetapi jumlahnya memang sangat terbatas atau menggunakan alternative lain dari Solo menggunakan kereta api menuju Yogyakarta baru menuju Dieng. Jalur yang dilalui dari Solo/Surakarta diantaranya Solo-Boyolali-Salatiga-Ambarawa-Secang-Temanggung-Parakan-Wonosobo-Dieng. Jaraknya memang jauh yakni 141km dan lama perjalanan sekitar 5 jam perjalanan.

d. Purwokerto-Dieng

Jalur keempat merupakan jalur yang paling digemari para wisatawan dari Ibu Kota Jakarta yang menggunakan jalur darat kereta api yakni dari Purwokerto. Jaraknya tidak terlalu jauh ialah kurang lebih 93 km dan lama perjalanan sekitar 2,5 hingga 3 jam perjalanan. Jalanan yang tidak terlalu jauh dan tidak berliku-liku biasanya memang menjadi prioritas wisatawan yang datang dari ibu kota menuju Dieng. Jalur yang dilalui adalah Purwokerto-Purbalingga-Klampok-Banjarnegara-Wonosobo-Dieng.

Jika menggunakan transportasi umum ada bus tanggung seat 25 jurusan Purwokerto-Wonosobo. Dan baru turun di Kota Wonosobo untuk mencari mikro bus jurusan Wonosobo-Dieng-Batur.

2. Apa yang dapat dilakukan di Dieng

Saat ini Dieng menjadi tujuan wisatawan utama di Jawa Tengah karena memiliki berbagai potensi alam menarik berupa obyek wisata yang beraneka ragam. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan ketika berkunjung ke Dieng diantaranya berburu golden sunrise Dieng, menelisik bangunan sejarah berupa candi-candi Hindu kuno, melihat keasrian telaga-telaga Dieng, menyaksikan aktivitas vulkanik Dieng, berberahu di telaga Dieng serta mencicipi aneka kuliner khas Dieng.

a. Berburu golden sunrise Dieng

golden sunrise sikunir dieng plateau
Golden Sunrise Dieng yang diambil dari Bukit Sikunir saat Dieng berawan yang sering dijuluki Dieng negeri di atas awan

Berburu matahari terbit akan menjadi suatu keharusan saat berlibur ke daerah pegunungan seperti halnya Dataran Tinggi Dieng. Dieng merupakan dataran tinggi yang didalamnya memiliki gunung-gunung atau puncak-puncak tertinggi. Banyak yang menyebutkan bahwa Dieng merupakan surganya para pendaki dan pencari sunrise.

Berburu matahari terbit memang menjadi salah satu agenda yang dapat dilakukan di Dieng. Seperti berburu sunrise di Bukit Sikunir, berburu sunrise di Gunung Prau atau berburu sunrise di Gardu Pandang Tieng. Sunrise yang paling fenomenal saat ini di Dieng ialah berburu sunrise dari Bukit Sikunir. Perjalanannya memang sangat terjangkau dan mudah dicapai yakni mendaki bukit kurang lebih 30 menit saja Anda dapat menyaksikan keindahan alam yang tersaji di pagi hari ketika sang mentari mulai terbit dari sela-sela pegunungan Dieng. Makanya tak heran ketika long weekend area ini dipenuhi ribuan wisatawan.

Bagi Anda ingin sesuatu yang lebih menantang, bisa langsung mencoba berburu sunrise dari Gunung Prau. Gunung Prau merupakan titik tertinggi di Dieng yakni memiliki ketinggian 2.566 mdpl. Tempat ini memang sangat spektakuler untuk melihat golden sunrise Dieng jika beruntung negeri di atas awan juga dapat disaksikan. Untuk mencapai puncak Gunung Prau harus melakukan pendakian kurang lebih 3 hingga 4 jam perjalanan. Untuk menuju Gunung Prau dibutuhkan skill dan fisik yang kuat karena medan yang menantang.

Berburu golden sunrise Dieng dari Gardu Pandang menjadi alternative utama bagi yang tidak suka medan menantang seperti harus mendaki bukit. Di lokasi Gardu Pandang Tieng sensasi matahari terbit langsung dapat disaksikan ketika memarkirkan kendaraan Anda. Tempat ini berada diketinggian 1.789 mdpl dan sebagai wahana untuk melihat golden sunrise Dieng.

b. Menelisik bangunan sejarah candi kuno

komplek candi arjuna dieng plateau
Foto diatas ialah salah satu peninggalan kuno di Dieng berupa candi dan satu-satunya candi Dieng berada dalam satu komplek yakni Komplek Candi Arjuna

Tidak hanya pemandangan alam saja yang menjadi suguhan utama ketika berkunjung ke Dieng. Ada cataran sejarah tentang Dieng yang masih tersirat dalam sebuah bangunan kuno yaitu berupa candi. Ada banyak situs-situs purbakala yang masih dijaga yaitu bangunan purbakala dan arca. Candi Dieng merupakan candi tertua di Pulau Jawa beraliran Hindu.

Komplek candi yang masih utuh maupun telah melalui proses pemugaran yang dapat dikunjungi oleh wisatawan diantaranya Komplek Candi Arjuna (memiliki lima candi terdiri dari Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Sembadra, Candi Puntadewa dan Candi Semar), Candi Setyaki, Candi Gatotkaca, Candi Bima dan Candi Dwarawati. Lokasi candi-candi tersebut tersebar di area Dieng Plateau. Adapun benda-benda purbakala seperti arca telah tersimpan di museum Dieng yakni Museum Kailasa yang dilengkapi juga keterangan secara detail di masing-masing benda purbakala serta disuguhi juga film documenter tentang Candi Dieng.

c. Melihat keasrian telaga-telaga Dieng

telaga warna dan telaga pengilon dari bukit sidengkeng
Potret Telaga Warna dan Telaga Pengilon yand dilihat dari Bukit Sidengkeng Dieng

Dataran Tinggi Dieng memiliki telaga-telaga cantik yang wajib dikunjungi. Ada 7 telaga yang musti dinikmati keindahannya dan menjadi catatan para traveler. Ke tujuh telaga cantik nan asri tersebut ialah Telaga Warna, Telaga Pengilon, Telaga Cebong, Telaga Merdada, Telaga Balekambang, Telaga Dringo dan Telaga Menjer.

Telaga Warna dan Telaga Pengilon adalah dua telaga di Dieng yang terletak berdekatan akan tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Telaga Warna terkenal akan pantulan-pantulan warna eksotis seperti warna hijau, biru, kuning,coklat dan silver karna inilah Telaga Warna mampu menarik jutaan pengunjung yang sedang berlibur di Dieng. Sedangkan telaga pengilon memiliki air tawar non berlerang yang berwarna jernih. Dua telaga ini akan tampai eksotis jika dilihat dari tempat yang lebih tinggi seperti dari Batu Pandang atau dari Bukit Sidengkeng.

Telaga Balekambang terletak tepat di tengah-tengah area Dieng Plateau. Telaga ini akan terlihat bagus ketika pagi hari ketika embun-embun pagi mulai terlebur saat terkena sinar matahari. Asap tipis mulai melayang-layang di atas air telaga yang menjadikan Telaga Balekambang tampak asri dan menarik.

Telaga Cebong Dieng ialah telaga yang teretak di desa tertinggi di Pulau Jawa yakni Desa Sembungan. Telaga Cebong terletak di kaki Bukit Sikunir. Spot bagus selain dari tepian telaga juga dapat dilihat dari puncak Bukit Sikunir. Telaga ini tampak indah karena terletak tepat ditengah-tengah lahan pertanian.

Telaga Merdada dan Telaga Dringo merupakan telaga yang berada di zona 2 dan bahkan jarang dikunjungi wisatawan. Padahal kedua telaga ini mempunyai keindahan yang tak terbantahkan hanya saja memang terhalang karena jaraknya terlalu jauh dari obyek wisata utama di Dieng.

Anda ingin merasakan berperahu? Datanglah ke Telaga Menjer. Telaga Menjer merupakan telaga terdalam di Kabupaten Wonosobo yang terletak tepat dibalik pegunungan Dieng di ketinggian 1.200 mdpl. Lokasinya mudah dijangkau serta memiliki hawa udara sejuk dan tersedia juga perahu-perahu dengan mesin penggerak motor yang dapat disewakan bagi para wisatawan yang hendak berkeliling di Telaga Menjer.

d. Menyaksikan aktivitas vulkanik Dieng

kawah sikidang dieng
Kawah Sikidang merupakan kawah di Dieng yang paling fenomenal dan banyak pengunjungnya karena ternominasi kawah aktif aman di Dieng. Kawah Sikidang menjadi obyek wisata utama di Dieng zona 1.

Dieng daerah pegunungan aktif yang masih menyimpan aktivitas vulkanik. Aktivitas vulkanik yang dapat di saksikan berupa kawah-kawah Dieng. Kawah di Dieng yang bisa dikunjungi oleh wisatawan ialah Kawah Sikidang, Kawah Sileri dan Kawah Candradimuka. Kawah Sikidang merupakan kawah yang paling ramai dikunjungi. Selain terletak di kawasan obyek wisata Dieng dan dekat dengan obyek wisata lainnya seperti Telaga Warna dan Cadndi Arjuna, Kawah Sikidang merupakan kawah yang aman dikunjungi oleh para wisatawan karena hanya mengandung senyawa berlerang, lain halnya dengan Kawah Timbang dan kawah sinila yang sangat berbahaya untuk wisatawan dan dilarang dikunjungi. Di kawah Sikdiang Anda bisa melihat aktivitas vulkanik Dieng secara dekat tanpa berjalan jauh seperti mendaki atau menuruni bukit dengan perpaduan pemandangan alam yang sangat kontras.

e. Mencicipi aneka kuliner khas Dieng

buah carica dan manisan carica dieng
Inilah buah khas Dieng yaitu carica dan hasil olahan buah carica yang dibuat oleh-oleh khas Dieng yakni manisan carica.

Wisata kuliner merupakan agenda perjalanan wajib ketika sedang berlibur ke suatu daerah. Seiring dengan udara yang cenderung dingin Dieng memiliki aneka kuliner khas yang cocok yaitu mie ongklok. Mie ongklok merupakan kuliner khas Dieng-Wonosobo yang terbuat dari mie kuning, daun kucai, daun kol, bumbu rempah serta kuah kental yang ditaburi bawang goreng yang pembuatannya di ongklok-ongklok di air mendidih menggunakan keranjang bambu. Disajikan secara hangat akan menambah nikmat lebih ketika berada di pegunungan. Mie ongklok biasanya dimakan berdampingan dengan sate sapi dan camilan khasnya tempe kemul.

Minuman khas Dieng yang tidak kalah sedapnya ialah purwaceng. Purwaceng merupakan gingseng yang hanya tumbuh di Dieng. Minuman ini memiliki rasa pedas seperti gingseng/jahe. Ada beberapa varian rasa seperti purwaceng original, purwaceng susu, purwaceng kopi, ataupun purwaceng teh.

Ketika berkunjung ke Dieng jangan lupa juga untuk mencicipi olahan buah khas Dieng yakni carica. Carica merupakan tanaman sebangsa papaya dan hanya tumbuh di Dieng yang buah aslinya kecil berbentuk kecil seperti belimbing, memiliki rasa daging buahnya asam serta rasa bijinya seperti buah markisa. Carica diolah menjadi panganan khas Dieng menjadi manisan carica. Rasanya asam manis yang mampu membuat lidah bergoyang. Tidak hanya carica saja ada jajanan lain yang harus dicoba ketika ke Dieng yakni aneka olahan kentang Dieng yang terkenal enak, olahan kacang Dieng, olahan jamur Dieng , olahan cabe gendot Dieng atau aneka olahan terung belanda.

3. Keadaan suhu dan cuaca di Dieng

salju dieng atau embun upas dieng
Salju Dieng atau embun upas Dieng dimana cuaca dan suhu Dieng mencapai minus dan sangat ekstrim
Dieng terkenal memiliki hawa udara yang menyenangkan, di siang hari suhu udara kurang lebih 12-16 derajad celcius. Saat musim kemarau seperti bulan Juli dan Agustus Dieng mengalami perubahan suhu udara yang ekstrim dan bahkan jarang di dapati di belahan bumi Indonesia yakni untuk malam hari hingga pagi dini hari suhu udara yang dirasa mencapai -2 hingga -4 derajad celcius. Bahkan pada saat inilah di kawasan Dieng Plateau terhampar kristal-kristal es (frost). Penduduk lokal sering menamakan salju Dieng ini sebagai bun upas. Bun artinya embun dan upas memiliki makna racun, karena embun upas/salju Dieng akan merusak atau melayukan tanaman pertanian seperti kentang, wortel, carica serta sayuran lainnya. Tanaman tersebut akan menjadi layu atau gosong saat terkena salju Dieng.