Tuk Bimalukar Dieng Plateau hulunya sungai Serayu

Tuk Bimalukar Dieng Plateau hulunya sungai Serayu

Tuk Bimalukar adalah mata air di Dieng Plateau sebagai hulunya dari sungai Serayu atau kali serayu. Sungai serayu merupakan sungai terpanjang dan terbesar di area Jawa Tengah yang melewati 5 kabupaten seperti Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan berakhir di samudra Hindia yaitu di wilayah kabupaten Cilacap. Tuk Bimalukar merupakan sebuah mata air pegunungan asli yang berasal dari Gunung Prau sebagai puncak tertinggi di Dieng Plateau yaitu pada ketinggian 2.565 meter di atas permukaan air laut. Sebenarnya kata Serayu juga berasal dari bahasa Jawa ” sirahe gunung prau” atau kepalanya gunung Prau. Sungai serayu yang bermata air di tuk Bimalukar merupakan mata air di Dieng yang berasal dari kepalanya gunung Prau dan kini telah masuk kedalam direktori obyek wisata Dieng.

  • Sekilas tentang Tuk Bimalukar Dieng
  • Lokasi Tuk Bimalukar
  • Sekilas tentang Tuk Bimalukar Dieng

    Di area obyek wisata Tuk Bimalukar Dieng masih terdapat corak-corak hindu kuno dengan bebatuan yang masih asli sejak abad ke tujuh. Meskipun telah dibangun kolam sebagai tempat penampungan mata air, para pengunjung masih bisa menyaksikan corak-corak bangunan Hindu kuno yang masih asli. Corak-corak bangunan peninggalan Hindu yang ada di area wisata Dieng Tuk Bimalukar adalah yoni dan lingga. Yoni dan Lingga yang berada di Tuk Bimalukar masih tampak original belum tersentuh tangan-tangan di abad ini. Mata air Tuk Bimalukar mengalir melalui lubang lingga. Lingga yang terdapat di Tuk Bimalukar memiliki ukiran artistik yaitu berukiran kepala gajah dan sebelah kanan kiri terdapat 2 batu bulat. Air dari lingga mengucur ke arah Yoni. Yoni terletak di bagian bawah terpisah dari lingga. Lingga merupakan batu datar berbentuk persegi dengan bagian bawah berlubang tepat di centralnya yang berguna untuk menampung pancaran air yang keluar dari lubang Lingga.

    Tuk Bimalukar atau mata air Bimalukar kaya akan kandungan mineralnya. Tidak sedikit wisatawan yang menyempatkan diri untuk sekedar merasakan mata air alami pegunungan Dieng ini. Mereka meminumnya dan membasuh muka di obyek wisata Tuk Bimalukar karena kadar mineralnya yang tinggi dan belum tercemar. Mata air tuk Bimalukar memang terasa sangat segar saat membasahi kulit hingga masuk ke pori-porinya. Pada zaman dahulu Tuk Bimalukar digunakan sebagai tempat membersihkan diri oleh para peziarah yang ingin memasuki Dieng Plateau. Mereka berhenti dan istirahat sejenak untuk mandi emmbasuh diri, bahkan meminum air ini untuk membersihkan batiniyah mereka. Lukar juga diartikan sebagai melepas atau membuang semua yang kurang baik atau kotor. Setelah itu barulah para peziarah melanjutkan perjalanannya memasuki area Dataran Plateau.

    Lokasi Tuk Bimalukar

    Tuk Bimalukar berada di jalan raya Dieng km 26 kejajar Wonosobo. Tuk Bimalukar terletak di bagian selatan Komplek Candi Arjuna Dieng sebelum watu kelir dan tepat di gerbang masuk Dieng. Bila dari arah kota Wonosobo akan terlihat 2 gapura menjulang tinggi dan tuk Bimalukar tepat di sebelah kanan jalan. Lokasinya agak turun dari jalan raya yang sudah disiapkan beberapa anak tangga hingga ke mata air Bimalukar. Kini area ini telah di perbaiki oleh dinas terkait yaitu dengan membangun area parkir yang lumayan agar para wisatawan tidak kesulitan saat memarkirkan kendaraannya. Sangat disayangkan bila berkunjung ke Dieng tapi tidak mencoba segarnya mata air tuk Bimalukar Dieng. Lokasi Tuk Bimalukar sebenarnya tidak jauh dari obyek wisata utama di Dieng seperti Telaga Warna, Kawah Sikidang, Komplek Candi Arjuna, Batu Pandang, Bukit Sidengkeng, Museum Kailasa dan Dieng Plateau Theater.