kawah candradimuka dieng

Kawah Candradimuka Dieng

kawah candradimuka dieng

Tentang Kawah Candradimuka Dieng


Dataran Tinggi Dieng merupakan daerah pegunungan aktif yang memiliki potensi wisata alam luar biasa. Selain menyajikan landscape pertanian menghijau berterasiring dan menjadi pemandangan khas Dieng adapula obyek wisata alam yang selalu digandrungi oleh wisatawan yakni berupa telaga, kawah, sunrise maupun candi. Daerah pegunungan aktif tidak lepas dari tempat wisata menarik akibat aktivitas vulkanik yaitu kawah. Selain Kawah Sikidang dan Sileri ada kawah menarik dan aman dikunjungi yakni obyek wisata Dieng Kawah Candradimuka yang kental akan cerita pewayangan dan keindahannya.

Pernahkah Anda mendengar cerita pewayangan kasatria Raden Gatotkaca? Nah, banyak orang membicarakan obyek wisata di Dieng yakni Kawah Candradimuka sebagai tempat sakral yakni dimana sang Gatotkaca memperoleh kesaktian setelah sekian lama di godok di dalam air Kawah Candradimuka. Makanya Raden Gatotkaca memang dijuluki sebagai kasatria yang memiliki “otot kawat balung wesi” dalam bahasa Indonesia bermakna sebagai kasatria kuat yang memiliki otot laksana kawat dan memiliki tulang seperti besi karena telah di rebus di dalam Kawah Candradimuka.

Secara alamiah Kawah Candradimuka terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang sangat kuat. Hal ini terjadi seperti di Kawah Sikidang maupun Kawah Sileri. Dari ketiga kawah yang ada di Dieng tersebut memang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Kawah Sikidang memiliki karakter kawah utama yang selalu berpindah-pindah. Sedangkan Kawah Sileri memiliki air kawah berwarna abu-abu putih seperti air cucian beras. Dan Kawah Candradimuka juga memiliki keunikan tersendiri yaitu letupan dahsyat serta dibarengi suara gemuruh. Simaklah cerita perjalanan menuju Kawah Candradimuka Dieng untuk mengetahui lokasi dan bagaimana kesana.

Cerita Perjalanan Menuju Kawah Candradimuka


Kawah Candradimuka terletak jauh dari obyek wisata utama di Dieng seperti Sunrise Sikunir, Komplek Candi Arjuna, Telaga Warna/Telaga pengilon, Kawah Sikidang ataupu Museum dan Theater. Jarak yang jauh tidaklah menjadi halangan bagi wisatawan yang hendak menghabiskan waktu liburan mereka saat Dieng tour baik jalan-jalan sendiri atau jalan-jalan berpemandu seperti mengikuti paket wisata Dieng. Tidaklah asyik ketika pergi ke Dieng akan tetapi tidak semua ragam tempat wisata di Dieng tidak di kunjungi. Seperti obyek wisata berupa kawah yang sangat fenomenal ini yakni berwisata ke Kawah Candradimuka.

Bagi Anda yang belum pernah menginjakkan kaki di Dieng atau masih awan dengan Dieng pasti merasa bingung harus melewati jalan manakah jika ingin melihat kawah yang katanya dahsyat itu? Dari area Dieng Plateau tepatnya dari Desa Dieng Anda cukup mengarahkan kendaraan menuju Jalan Raya Dieng-Batur.

Ada beberapa belokan yang mengharuskan untuk berfikir mencari jalan benar. Nah ketika ada pertigaan bertuliskan sebelah kiri Jalan Raya Dieng-Batur dan sebelah kanan lurus Kepakisan. Pilihlah Kepakisan yakni lurus saja yang ada di sebelah kanan. Anda akan melewati jalan asyik berliku serta menyaksikan hamparan pertanian berterasiring di tebing-tebing pegunungan Dieng, melihat pengeboran berasap putih Geodipa Energy serta pedesaan-pedesaan yang berada di antara perbukitan dan sampailah di Jalan Pekasiran dimana disanalah harus berhenti dan mencari gerbang bertuliskan “Kawah Candradimuka” yang ada di kanan jalan. Jarak dari Desa Dieng menuju Kawah Candradimuka yakni 8,7 km dan dapat ditempuh berkendara baik roda 2 atau roda 4 sekitar 20 menit saja. Anda akan melewati 2 desa yakni Desa Kepakisan dan Desa Pekasiran. Dua desa ini agak mirip namun harus diperhatikan agar sampai ke obyek wisata alam Kawah Candradimuka.

Ketika sampai Desa Pekasiran dan tepatnya dari gerbang wisata Kawah Candradimukan Anda haru melanjutkan perjalanan kembali sejauh 1,4 km dan waktu yang dihabiskan menuju lokasi kurang lebih 30 menit dengan berjalan kaki. Terkadang ada sebagian wisatawan yang memilih untuk berjalan kaki karena ingin sekedar jalan-jalan santai dan langsung melihat aktivitas pertanian di area Desa Pekasiran. Selain itu memang karena jalanannya yang masih ekstrim yakni jalan berbatu, menanjak dengan dan ada sebagian dengan aspal rusak.

Obyek wisata di Dieng yaitu Kawah Sikidang memang salah satu obyek wisata anti mainstream karena tidak umum dikunjungi wisatawan dan tidak seramai kawasan wisata Kawah Sikidang. Suasana ini terkadang di cari oleh orang-orang yang ingin ketenangan dan lebih banyak peminatnya ialah para fotografer.

Ketika sampai di lokasi Kawah Candradimuka barulah terdengar suara gemuruh dahsyat dengan kepulan asap putih, apalagi ketika pagi hari suara terdengar semakin kencang. Kawah sikidang terletak di antara tebing-tebing agak curam jadi ketika ingin melihat aktivitas kawah secara dekat harus menuruni menyusuri tebing tersebut yang sekarang sudah dibuatkan jalan. Ketika mendekat ke bibir kawah harus ekstra hati-hati dan harus memakai masker dan tidak direkomendasikan untuk berlama-lama di dekat bibir kawah apalagi bagi wisatawan yang mengidap penyakit pernafasan sangatlah tidak dianjukan. Mungki n cukup melihat dari atas atau pinggiran tebing saja agar tetap aman.

Tidak hanya pemandangan kawah saja yang dapat disaksikan, ada perbukitan indah mengelilingi area ini dengan seni terasiring, serta human interes para petani yang hendak berkebun dan tidak jauh dari Kawah Candradimuka ada telaga paling cantik di Dieng yakni Telaga Dringo. Cukup berjalan kurang lebih 22 menit saja Anda akan mendapatkan pengalaman plus ke Dieng yakni bisa menyaksikan Telaga Dringo yang berjarak 1,2 km dari Kawah Candradrimuka.

Sekian cerita perjalanan ke obyek wisata di Dieng yaitu Kawah Candradimuka. Semoga bermanfaat dan selamat berkunjung di area Dieng Plateau Central Java Indonesia menjadi liburan yang berkesan dan menyenangkan.

One Reply to “Kawah Candradimuka Dieng”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.